fbpx
lk-II-HMI-Cabang-Bone.jpeg

LK II HMI Cabang Bone: Penuh Polemik di Tengah Support Perkaderan

-

LAPMI HMI Bone, Bone – Intermediate Training atau Latihan Kader II Tingkat Nasional yang diselenggarakan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone telah usai pada 5 Februari kemarin. Diikuti berbagai kader HMI dari berbagai cabang di antaranya HMI cabang Makassar, Maros, Gowa Raya, Sinjai, Wajo, Bima dan Ambo, kegiatan LK II sendiri berlangsung di Gedung Guru Indonesia (GGI) Kabuapaten Bone selama lebih dari sepekan.

Sementara acara penutupan LK II diselenggarakan di Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, pada Selasa (5/2) kemarin, yang bertepatan dengan Dies Natalis HMI yang ke-73. Tak tanggung-tanggung pada penutupan tersebut dihadiri oleh Akbar Tanjung tokoh nasional yang sekaligus merupakan mantan Ketua Umum PB HMI 1972-1974.

“Saya beruntung jadi kader HMI sehingga dapat pelajaran di bidang organisasi, di bidang kepemimpinan dan di bidang politik” kata Akbar Tanjung.

Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi juga melayangkan pujian pada pengrus HMI Cabang Bone atas terselenggaranya agenda nasional tersebut serta memusatkan peringatan Dies Natalis di Kabupaten Bone yang turut dihadiri oleh Ketua Umum HMI Badko Sulselbar, Lanyalla Suwarno.

“Sejak awal, Kami pemerintah daerah sangat mensupport kegiatan adek-adek, apalagi ini tingkat nasional, kata Andi Fahsar Padjalangi, dikutip dari Beritabersatu.com, Minggu (9/2/2020).

“Semoga adek-adek yang melalui tahapan proses LK II di Bone juga mendapat berkah dan bisa juga mengisi jajaran Kabinet ke depannya, mungkin bisa melebihi bang Akbar Tanjung sosok tokoh nasional HMI dan tokoh Pemuda,” pujinya.

Meski puja-puji didapati atas penyelenggaran ini, polemik mengitari pelaksanaan LK II kali ini dan sejumlah pihak menanyai integritas HMI Cabang Bone dalam keseriusan mereka merawat perkaderan di tubuh HMI serta menjaga marwah organisasi yang pada 5 Februari lalu genap berusia 73 tahun.

Mulai dari sinergitas yang gagal terjalin demi menyukseskan kegiatan ini lantaran beberapa komisariat memilih menarik diri dari sejumlah agenda kegiatan, hingga terkuaknya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Koordinator Steering Commite LK II kepada peserta yang mencoreng nama besar HMI Cabang Bone baik internal maupun eksternal, apalagi saat kegiatan level nasional tengah diselenggarakan.

Pemecatan Koordinator SC atas Dugaan Asusila

Tekuaknya dugaan pelecehan seksual terhadap salah satu peserta forum LK II Tingkat Nasional HMI Cabang Bone membuat pengurus HMI Cabang Bone mengambil keputusan tegas dengan memecat Koordinator Steering Commite (Koster) Andi Andika Septa Resa Putra dari tugas dan wewenangnya.

“Demi menjaga nama baik Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone dan amanah perkaderan HMI, maka dipandang perlu untuk pencabutan dan pengalihan tugas Koorinator Steering Commite LK II Tingkat Nasional,” kata Sekretaris Umum HMI Cabang Bone Pahrian saat membacakan surat keputusan di lokasi forum LK II, Gedung GGI, Kabupaten Bone, pada Selasa (4/2) lalu.

Hal tersebut diambil lantaran selaku koordinator steering pada kegiatan tersebut dianggap melakukan tindakan yang tidak menyenangkan kepada peserta yang mengikuti LK II, maka saat itu tugas dan wewenang tersebut dialihkan kepada Amirullah untuk melanjutkan proses kegiatan yang berlangsung hingga usai.

Majelis Pengawas dan Konsultasi Pengurus HMI Cabang Bone (MPK PC HMI Cabang Bone) sepenuhnya mendukung sikap tegas yang diambil oleh pengurus cabang atas adanya isu yang berkembang terkait hal-hal mencederai perkaderan di HMI dan marwah organisasi tersebut.

“Kita tidak pernah menggunakan hal-hal yang bersifat seperti ini terjadi di perkaderan HMI Cabang Bone,” kata MPK PC HMI Cabang Bone Faisal.

Sebelumnya juga pengurus HMI Komisariat UPP PGSD Bone juga melayangkan surat rekomendasi kepada HMI Cabang Bone untuk memecat Steering Commite LK II jika kejadian yang dialami peserta terbukti adanya.

HMI Mendukung Proses Hukum

Hingga berita ini diturunkan, korban pelecehan yang merupakan peserta LK II telah melaporkan pelaku kepada Kepolisan Resort Bone untuk ditindaklanjuti, pada Kamis (6/2) kemarin, dengan perkara “Perbuatan Cabul.”

Tindakan dilakukan pelaku, bermula saat korban dalam kondisi drop, kemudian pelaku dengan alasan mengobati menyentuh dan mengolesi tubuh korban.

Sementara terduga pelaku membantah kejadian tersebut, menurutnya kejadian ini dipolitisir oleh berbagai orang yang tidak senang dengan penetapannya sebagai Koordinator Streeng Commite (Koster) pada LK II kali ini.

“Bahwa apa yang terjadi sebelumnya, saya ingin menyampaikan sejak awal penetapan sebagai Koster beberapa pihak secara poitisi tidak menerima sampai kemudian mengintervensi beberapa komisariat untuk menarik diri menjadi peserta dan tidak melibatkan diri dalam kepanitiaan, kata Andi Andi Septa Resa Putra dari keterangan tertulis yang diterima Lapmi HMI Cabang Bone, Minggu (9/2/2020).

Meski demikan Ketua Umum HMI Cabang Bone Muhammad Sabir tetap meminta semua pihak menghargai proses hukum yang tengah berlangsung.

“Kami mengedepankan proses hukum, jika memang itu terjadi, tentunya ada konsekuensi hukum yang akan diterima oleh oknum yang diduga melakukan hal itu. Jadi pada intinya kami menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian terkait kasus dugaan pelecehan seksual tersebut,” ujar Muhammad Sabir.

Aktivis perempuan Rahayu Juita Ghalib angkat bicara terkait kasus ini dengan mengecam tindakan asusila yang dilakukan oleh pihak pelaku.

“Pelaku harus segera ditahan karena sudah ada pengakuan dari 4 orang korban, kami telah menemui korban secara persuasif. Apa yang dilakukan oleh Resa adalah kejahatan seksual. Harapan kami agar kepolisian segera menahan Resa,” kata Ayu dikutip dari rakyatkusulsel.co.

“Harus ada efek jera bagi pelaku. Hal ini tidak bisa selesai hanya dengan permohonan maaf. Tidak ada toleransi atas kejahatan seksual,” jelasnya.

Terlepas dari polemik yang mengitari dari awal hingga selesainya penyelenggaraan LK II Tingkat Nasional HMI Cabang Bone tahun ini, sebanyak 54 kader dinyatakan lulus mengikuti LK 2 HMI Cabang Bone. Peserta terbaik Pertama utusan dari HMI Cabang Makassar Timur atas Nama Andi Irfan Halim, terbaik Kedua utusan HMI Cabang Gowa Raya atas nama Dwi Fajriani, dan terbaik Ketiga juga utusan HMI Cabang Gowa Raya atas nama Risna Aprianti.

Sebelumnya, tema yang diusung pada kegiatan ini yaitu “Resolusi Arah Gerak Perjuangan Kader Menghadapi Revolusi 4.0” dan semua peserta yang dinyatakan lulus melalui beberapa tahapan mulai dari penilaian jurnal hingga melalui tahap screening untuk filterisasi.

“Kegiataan Intermediate Training HMI Cabang Bone, Alhamduillah bisa terlaksanakan sesuai dengan planning yang kita susun dari awal meskipun banyak polemik yang terjadi namun itu bukan hal yang menyurutkan semangat kami untuk tetap menjalankan kegiatan ini,” kata Ketua BPL Bone Aswan yang juga sebagai Master Of Traning (MOT) di LK II.

“Harapan saya adalah semoga alumni LK II HMI Cabang Bone bisa mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama mengikuti kegiatan ini dari cabang mereka masing-masing dan, tidak terlepas pada perannya selaku kader umat dan bangsa,” pungkasnya. (Irz)

Organisasi